You are here
Home > Religi > Hukum Melaksanakan Salat Sunnah Rawatib Qobliyah Subuh

Hukum Melaksanakan Salat Sunnah Rawatib Qobliyah Subuh

sunah subuh, qobliyah subuh

Sebelum membahas tentang hukum melaksanakan salat sunnah rawatib qobliyah subuh. Saya akan menguraikan terlebih dahulu tentang keutamaan shalat, dalam hal ini yakni shalat fardlu. Shalat merupakan amal perbuatan manusia yang pertama kali dihisab oleh Allah Swt pada hari kiamat. Jika shalat fardlu tersebut baik dan sempurna, maka pelakunya bisa berharap memperoleh kebahagiaan, namun jika shalatnya tersebut rusak karena ada yang ditinggalkan atau dilupakan dalam hal rukun dan syarat sahnya, maka pelakunya pasti akan mengalami kerugian.

Terkadang manusia sering lalai, walau dalam keadaan shalat namun hatinya atau pikirannya berada dimana-mana. Perkara ini lah yang terkadang membuat orang yang sedang shalat bisa lalai. Jika shalat tersebut memiliki kekurangan, sedangkan pelakunya belum memenuhinya secara sempurna, atau memenuhinya namun dalam kondisi ada sedikit kekurangan beberapa kewajiban, maka Allah Swt akan menyempurnakan kekurangan shalat orang tersebut dengan shalat tathawwu’ yang dikerjakannya. Dengan demikian, kekurangan-kekurangan shalat fardlu yang dikerjakan bisa ditutupi dengan mengerjakan shalat tathawwu’.

Shalat Sunah Rawatib Muakad

Shalat sunah rawatib muakad adalah shalat sunah yang dikerjakan baik sebelum shalat fardlu maupun sesudah shalat fardlu. Rasulullah saw senantiasa mengerjakan shalat sunah rawatib ini dan beliau tidak meninggalkannya sama sekali walau dalam kondisi bepergian alias hadhar.

Yang termasuk kedalam shalat sunah rawatib adalah sebagai berikut: Dua rakaat sebelum shalat subuh, dua rakaat sebelum shalat zuhur dan dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah shalat mahrib, dan dua rakaat setelah shalat isya. Adapun untuk dua rakaat sebelum shalat ashar, dua rakaat sebelum shalat maghrib dan dua rakaat sebelum shalat isya itu merupakan khilafiyah diantara beberapa pendapat para ulama.

Sepuluh rakaat shalat sunah rawatib muakkad tersebut senantiasa dilaksanakan oleh Rasulullah. Disebut juga rawatib muakkad karena keistimewaannya dibandingkan yang lain, karena itu Rasulullah saw menetapi dan mendawamkannya tanpa mengabaikan sedikitpun.

Hukum Melaksanakan Salat Sunnah Rawatib Qobliyah Subuh

Mengenai shalat sunnah rawatib qobliyah subuh, menurut sunahnya hendaklah dikerjakan secara ringan tanpa memperpanang bacaan al-Qur’an. Karena ada penghususan dalam mengerjakan shalat sunah dua rakaat sebelum fajar ini, yakni meringankan dan segera melakukannya secara langsung setelah adzan selesai dikumandangkan.

Mengenai keutamaan shalat dua rakaat sebelum fajar ini, telah diriwayatkan dari Aisyah ra bahwa Nabi saw bersabda yang artinya:

“Dua rakaat (shalat sunah) fajar lebih baik dari dunia dan apa yang ada di dalamnya”. ( HR. Muslim, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Hibban dan al-Hakim

Itulah sedikitnya keterangan tentang hukum melaksanakan shalat sunnah rawatib qobliyah subuh. Jika ada penulisan yang salah mohon dikoreksi untuk diperbaiki. Semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishowab

Top